Open Donasi di Lebak : Aksi Solidaritas atau Simbol Perlawanan?

Hannew.id, Lebak – Koalisi Rakyat Bersatu Melawan (KRBM) menggagas Seruan Open Donasi bukan sekadar aksi solidaritas sosial, melainkan juga bentuk perlawanan terhadap berbagai persoalan akut di Kabupaten Lebak. Open Donasi ini, diharapkan mampu mengetuk nurani masyarakat sekaligus membuka mata atas deretan ketidakadilan yang masih menghantui rakyat kecil.

“ Tujuan Open Donasi tersebut, mengajak rakyat untuk membuka mata, membuka hati nurani untuk perubahan di Kabupaten Lebak,” ujar Andi Amrillah salah satu Aktivis KRBM dalam seruannya, di Lebak, Jumat (19/9/2025).

Ungkap Andi, KRBM menilai, ada banyak masalah mendasar yang hingga kini tak terselesaikan, yaitu :

  1. Hukum tumpul – penegakan hukum dianggap lebih memilih kompromi ketimbang tegas memberantas korupsi.
  2. Bantuan rakyat miskin tak transparan – distribusi tidak merata, cenderung tertutup.
  3. Pelayanan kesehatan sinis dan tidak humanis – rakyat kecil masih kesulitan mendapatkan layanan layak.
  4. Administrasi rumit – mulai dari tingkat desa hingga dinas sosial.
  5. Dana PIP di dunia pendidikan rawan penyelewengan – banyak dugaan tidak transparan dan tidak adil.
  6. Tambang ilegal merajalela – pasir, batu bara, galian tanah menimbulkan korban dan pencemaran lingkungan.

/7. Pengangguran tak terurus – lapangan kerja hanya untuk segelintir orang.

  1. BUMD bobrok – distribusi PDAM buruk, air kotor dan sering tak mengalir.
  2. LKM tak dirasakan manfaatnya meski bertahun-tahun mendapat modal.
  3. Gaji DPRD selangit – dinilai tak sebanding dengan kinerja bagi rakyat.
  4. Rumah tak layak huni masih banyak belum tersentuh perhatian.
  5. Janji palsu peluang usaha – justru rakyat kecil dicekik e-parking demi PAD.
  6. Komunikasi antar OPD buruk – penegakan perda lemah, Satpol PP dianggap tak berfungsi.
  7. Pertanian terabaikan – petani tetap bekerja keras tanpa dukungan nyata.
  8. Program makan siang gratis basi – dinilai pengkhianatan terhadap cita-cita nasional.
  9. Premanisme dan intimidasi dari oknum suruhan pejabat masih terjadi.
  10. CSR tidak tepat sasaran – dana hanya dihamburkan tanpa manfaat.
  11. Kinerja Inspektorat dipertanyakan – temuan demi temuan tidak jelas tindak lanjutnya.
  12. Tunjangan pejabat tak transparan – dari bupati hingga direktur BUMD.

Dengan daftar panjang permasalahan tersebut, KRBM menegaskan bahwa Open Donasi adalah simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan, sekaligus wadah solidaritas. Posko Donasi yang dibuka mulai Minggu, 22 September 2025 ini menerima bantuan berupa air mineral, mie instan, dana, dan kebutuhan lain.

“Jika suara tangisan tak didengar, jika keadilan sudah jadi bayangan, jika bantuan orang miskin tidak merata, pengangguran merajalela, dan keringat rakyat hanya diperas untuk PAD, tidak ada kata lain selain turun ke jalan dan melawan,” pungkas ketua LBH ARB ini.

Diketahui sebelumnya, Rabu (17/9/2025) ARBM melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Lebak.

Dalam aksinya mereka menyoroti, Tunjangan DPRD, Tambang Ilegal, dan sejumlah kebijakan lain yang dinilai tak pro rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top